Untuk Realisasi Anggaran Bulan Desember 2018 terhadap Belanja Modal dan Belanja Barang, bendera jempol diberikan kepada Bid Propam Polda Kalbar, sedangkan bendera tengkoraknya diberikan kepada Sat Brimob Polda Kalbar.
Dan terakhir Pengungkapan Kasus Zero Ilegal, penghargaan bendera jempol diberikan kepada Polresta Pontianak karena berhasil mengungkap sebanyak 17 kasus yang terdiri dari 2 kasus judi, 1 Ilegal Loging, 1 BBM Ilegal dan 13 kasus narkoba.
Di akhir rapat anev kinerja, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan beberapa penekanan untuk peserta Anev Kinerja. Yang pertama anggaran. Irjen Pol Didi menerangkan, perbandingan anggaran Polda Kalbar di tahun 2019 dengan di tahun 2018 selisih 5 miliyar.
“Yang pertama mengangkut anggaran, anggaran kita sudah besar untuk 2019. Walaupun dibandingkan dengan 2018 nilainya selisih 5 miliyar. Di 2018 1,174 triliyun di 2019 1,169 triliyun. Tapi kalau kita lihat dari segi kualitas, itu meningkat,” ucap Kapolda Kalbar.
Dalam hal ini, Didi Haryono menerangkan bahwa di Polda Kalbar sendiri ada 36 satker, didalamnya ada 13 satwil bahkan didalamnya lagi ada 155 polsek. Oleh karena itu Jenderal Berbintang dua ini menekankan agar gunakan angaran sesuai dengan peruntukkannya.
