Adapun Turiman Faturrahman yang merupakan seorang peneliti lambang negara mengatakan, harus ada sebuah gerakan tentang kesadaran sejarah agar hal yang sebenarnya terungkap, beliau juga mengungkapkan bahwa banyak sekali jasa Sultan Hamid II yang membuatnya pantas menjadi seorang Pahlawan Nasional diantaranya beliau merupakan sultan ke 7, beliau juga yang menanda tangani pengakuan kedaulatan di KMB. Beliau juga pernah menjadi menteri negara. Dan yang paling besar adalah sebagai sang perancang lambang negara.

Banyak warga yang tidak mengenal Sultan Hamid II perancang lambang negara, figur pemersatu bangsa yang menyebabkan Indonesia mendapatkan kedaulatan penuh, saat agresi militer Belanda I dan agresi militer Belanda II padahal Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaannya. “Beliau adalah figur sentral kemerdekaan Indonesia diakui seutuhnya bahkan Belanda juga mengakui hal tersebut dan sosok itu adalah anak daerah Kalimantan Barat bernama Sultan Hamid Al – Qadrie,” ujar Nur Iskandar.
Para peserta yang menghadiri kegiatan juga memberikan tanggapan positif dari kegiatan ini. “Sangat pantas dan sangat wajar ada satu kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat mempunyai pahlawan. Rasa kebanggaan itu memotivasi dan menyemangati kawula muda dari acara pada malam hari ini,” ujar Kurniawan.
Sy. Rizki Al Qadrie, Duta GENRE Kalimantan Barat 2019, menambahkan, “Jarang sekali ada acara seperti ini di Kalimantan Barat.”
