Jenderal bintang dua menjabarkan ada empat tujuan para penyebar hoaks, berikut rincianya:
1. Untuk adu domba
2. Kedua menyebarkan fitnah-fitnah dan mencemarkan nama baik
3. Membuat cemas
4. Perang menggunakan jaringan (Mempengaruhi orang lain).
“Hoaks paling banyak disebar adalah sosial politik, kesehatan dan SARA. Isu inilah dianggap paling paten dan mempan untuk memecah belah. Sementara, bentuk hoax paling sering diterima bentuk tulisan (62,10 persen), gambar (37.50 persen), video (0,40 persen) dan saluran penyebaran paling banyak ada di media sosial (92,40 persen),” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengingatkan untuk tetap tetap bijak bersosial media.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, berharap semua lapisan masyarakat untuk selalu teliti dan menelusuri sumber informasi yang beredar. “Generasi millennial dapat menjadi pelaku utama meminimalisir penyebaran hoaks,” ucap ara generasi millennial dapat menjadi actor untuk meminimalisir penyebaran hoax di Indonesia. (r/cucu)
