Berita

Dr Anhar Gonggong Tidak Mau Bicara sebagai Pakar Pembanding di Webinar Nasional Pengusulan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional, Dia Akui Berbeda Pikiran

Dr Anhar Gonggong Tidak Mau Bicara sebagai Pakar Pembanding di Webinar Nasional Pengusulan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional, Dia Akui Berbeda Pikiran
Foto: Dr Anhar Gonggong menanggapi bahwa Riduan Saidi bukan sejarawan dalam forum webinar nasional di Hotel Aston Pontianak, 11/7/20.

teraju.id, Aston— Menarik sekali seminar dan webinar nasional yang mendudukkan pihak-pihak berseberangan dalam satu forum. Sudah lama diketahui bahwa pengusulan Sultan Hamid II Alkadrie Sang Perancang Lambang Negara dan Diplomat Ulung Konferensi Meja Bundar sehingga diakui kedaulatan Indonesia merdeka dari Belanda tersendat di dewan gelar kehormatan. Figur yang keras menolak itu adalah Wakil Ketua Dewan Gelar Dr Anhar Gonggong.

“Ya tidak ada yang ingin saya sampaikan di sini. Kan sudah tahu pikiran kita berseberangan,” ungkap Wakil Ketua Dewan Gelar yang bertanggung jawab secara normatif kepada Presiden RI, sesuai tugas pokok dan fungsi kelembagaan Dewan Gelar.

Dr Anhar Gonggong sejak awal terdaftar masuk webinar pada hari Sabtu, 11 Juli 2020. Dia bersedia menjadi salah satu anggota dewan pakar pembanding bersama Prof Dr AM Hendropriyono, Prof Dr Meutia Hatta, budayawan Betawi Ridwan Saidi, dan Presiden Asosiasi Guru Sejarah Seluruh Indonesia (AGSI) Dr Sumardiansyah Perdana Kusuma. Namun 30 menit acara dimulai, dia minta “left” karena menurutnya ini acara “jeruk makan jeruk”.

“Anda kan tahu bahwa saya di dewan gelar, menilai pengusulan pahlawan nasional. Jika saya bicara mengulas, sama saja jeruk makan jeruk,” ungkapnya.