Proses rehabilitasi masjid itu kata Sutarmidji tidak mudah. Selain soal dana yang besar, juga soal pengurus yang berselisih paham. Tak sedikit dinamika di dalamnya. Termasuk kisah menggelikan dimana seorang ahli waris meminta proses pembongkaran distop dengan alasan, di mana amal jariyah kakeknya akan disimpan kalau masjid telah dibongkar? Memang pertanyaan yang sangat aneh…
Ketika mendengar proses pembongkaran distop tersebut, Walikota turun ke lapangan dan bertanya kepada ahli waris,”Silahkan hitung amal jariyah yang akan masuk, berapa jumlahnya. Juga hitung berapa dosa orang yang membongkar, baru akan saya sebut siapa yang akan bertanggungjawab atas pembongkaran ini,” ungkap Walikota.
Sang ahli waris tak bisa menjawab, dan pulang ke rumah seraya marah-marah. Maka Sang Walikota pun memberikan komando, “Teruskan pembongkaran,” kenangnya sambil menyebutkan rehabilitasi masjid dimaksud telah selesai 100 persen.
Hal-hal “pusing” mengurus kota, lanjut Sutarmidji tak jarang membuatnya perlu hiburan. Salah seorang yang bisa menghibur itu bekerja di DPRD Kota. Namanya Edi karena berprilaku “bujur-arus”. Edi sangat bersahabat dengan Sutarmidji. Bahkan jika ada agenda rapat di DPRD dia tak segan mengirim pesan singkat kepada Walikota. “Sudah sampai di mana Pak?” Lalu dijawab, “OTW”.
Masygulnya Edi tak tahu bahwa singkatan OTW adalah “on the way” yang berarti sedang di jalan. Maka Edi bertanya kepada anggota Dewan, “Apa itu OTW?”
Firdaus Zarin yang kebetulan ditanya memberikan jawaban, “OTW itu berarti Otak Meddam,” maka Firdaus pun cekikikan. Tapi Edi malah balik bertanya, “Kalau Otak Meddam kok bukan OTM ini OTW?”
