Dengan demikian volume tanah secara keseluruhan menurun. Proses ini menyebabkan lebih banyak air menyusup di antara butiran-butiran tanah itu.
Akibatnya, butiran-butiran ini akan mudah bergerak seperti air mengalir. Struktur tanah mudah terdeformasi sehingga akibatnya bangunan yang di atasnya akan roboh karena kehilangan tekanan ke atas dari lapisan tanah.
Peristiwa likuifaksi yang cukup besar terjadi di Tiongkok pada tahun 1976. Sekitar 2.400 km2 hamparan tanah mengalami likuifaksi. Likuifaksi yang lebih rendah terjadi di kota Mexiko pada tahun 1985 dan San Francisco 1906.
Peristiwa likuifaksi juga dapat menyebabkan semburan pasir yang sering disebut ‘sand boils’ atau ‘sand volcanos’. Peristiwa semacam itu tercatat dalam peristiwa gempa bumi di Madrid tahun 1811-12 serta gempa bumi San Francisco-Oakland 1989.
Peristiwa likuifaksi juga dapat menyebabkan lapisan tanah bergeser seperti di beberapa titik yang terjadi di Palu baru-baru ini. Peristiwa gempa bumi Alaska 1964 juga tercatat menyebabkan lapisan tanah bergeser.
Inilah beberapa peristiwa yang terjadi di sekitar likuifaksi tanah. Semoga kita semakin waspada.
(Penulis adalah fisikawan, akademisi Universitas Tanjungpura)
