Sekitar pukul 17:00 aku tiba di rumah makan yang telah disepakati. Motor-motor telah tersusun rapi yang dipandu oleh tukang parkir. Saat itu sorot mataku teralih pada suasana rumah makan yang telah ramai dikunjungi orang-orang.
Setelah meninggalkan motorku di parkiran aku dan kawan-kawan menuju meja yang telah dipesan untuk kami. Beberapa menit telah berlalu artinya waktu berbuka semakin dekat, namun kursi-kursi di antara meja panjang tempat dimana aku duduk belum terisi penuh. Entahlah katanya mereka lagi OTW, namun aku tak tahu itu OTW ala Melayu (oke tunggu wak) atau ala orang Barat (on the way).
Sementara salah seorang di antara kami berusaha memanggil pelayan untuk segera memesan makanan namun para pelayan rumah makan tampak sedang sibuk melayani para pelanggan yang datang lebih dulu dari pada kami. Abang-abang dan kakak berbaju merah tampak sedangan kewalahan dengan memegang pulpen, buku dan menu makanan itu belum merespon panggilan temanku.
17:35 waktu berbuka puasa semakin dekat, namun tetap saja pelayan belum juga menghampiri meja kami. Akhirnya beberapa menit berlalu waktu penantian kakak baju merah pun berakhir dan kursi-kursi kosong pun telah terisi. Kami segera memesan menu makanan sesuai dan selera dan pastinya pas di kantong.
