Mesjid Al Hijrah berada di kawasan perkantoran dan destinasi wisata Rumah Radakng. Dikarenakan jauh dari wilayah pemukiman, tujuan jamaah lebih besar untuk shalat Jumat saja di sini karena halaman parkirnya luas, serta takmir mesjid mengatur khatib, imam, dan muazzin dengan kualitas terbaiknya. Kerap kali jemaah meneteskan air mata karena kesahduan qiraat dan fasihnya makhraj huruf sang imam. Begitupula muazzin. Tak terkecuali untaian khutbah yang bernas dan trengginas. Selain Jumatan,waktu shalat lima waktu lebih diisi jemaah sesuai agenda di Balairung Sari Rumah Melayu maupun staf kantor Balai Kerja MABM.

“Kami mulai dengan pengurus MABM. Nanti lama kelamaan orang menjadi tahu bahwa di Al Hijrah rutin menyelenggarakan sujud tilawah, insya Allah lama kelamaan akan ramai diikuti banyak orang. Sebab jemaah Kota Pontianak punya pilihan. Apalagi di sini nanti juga ada kedai kopi di mana mereka bisa sarapan setelah sujud tilawah, tausiah, dan sunnah suruk,” nilai Ketua DPP MABM, Prof Dr H Chairil Effendy, MS.

Inisiatif memunculkan program sujud tilawah di Al Hijrah perpaduan dari kajian strategis Bidang Sosial MABM dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) maupun Tentara Wakaf Produktif (Tawaf) Indonesia yang berisi konsorsium pegiat wakaf produktif seperti Nazir-DKM Sirajul Islam, Munzalan Mubarakan, Sulthan Annashira, Lazismu, Kampoeng English Poernama, Bina Antarbudaya, Djagat Kerdja, Akselerasi Indonesia, Ikadi Kalbar, Teraju News Network dan IKAPI seusai menyelenggarakan Live Concert Virtual Festival Nadi Khatulistiwa bersama grup band lawas papan atas nasional asal Kalbar “Arwana” penghujung Oktober 2020.