Ketika didiktekan bunyi doanya, saya gemetar menulisnya karena terbayang di hadapan saya guru dan kakek saya KH. Muhammad Zein.
Setelah selesai menulis doa, saya tanya Beliau, dari mana sanad doa ini Pak. Beliau menjawab doa itu diberikan oleh kakeknya bernama Sayyid al-Munawar. Kakeknya menerima doa itu dari gurunya di Mekah bernama Syekh Said al-Yamani.
Saya sampaikan sama Beliau, bahwa doa ini saya sudah terima dari guru dan kakek saya di kampung. Beliau menerima doa itu dari gurunya KH. Maddappungen yang diterima dari gurunya Syekh Hasan al-Yamani dan Syekh Said al-Yamani. Bertemu pada titik sama satu sanad. Semoga semakin berkah.
Semoga Beliau diberi umur panjang dan selalu dalam keadaan sehat wal afiyat.
Semoga upaya Kementerian Agama dalam penulisan dan penerbitan Tafsir Al-Qur’an baik Tahlili maupun Tematik, Revisi Terjemahan Al-Qur’an, Mushaf Standar Indonesia, dan upaya lainnya sebagai bagian dari pelayanan kepada umat Islam.
Semoga semuanya dimudahkan Allah. (Cengkareng, 27 September 2018/Penulis adalah dosen pasca sarjana IAIN Pontianak).
