in

Air Sumber Kehidupan (3)

Wonder Woman

air sumber kehidupan.3.1
Focus Group Discussion alias urun rembuk RW 7 & 8 tindak lanjut meningkatkan kesejateraan masyarakat

Memberikan tanda setuju saja atau menandatangani berkas menumpuk diatas meja sambil mengecek satu persatu. Apakah penulisan surat keterangan dan lain-lainya sudah benar. Memberikan surat disposisi ke bawahan atau surat mohon petunjuk kepada Kecamatan Kota Pontianak. Sembari jari juga sesekali membuka WA di handphone, kadang mengepit HP diantara bahu dan telinga”Halo, Assallamualikum, iya saya sendiri Ibu Lurah Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak Kota”. Tutur lembut keibuan hadir saat menyambut suara yang menelpon.

Sibuk, bukan menjadi halangan ibu muda ini menggiatkan dan menggerakkan Kelurahan Tengah menjadi kelurahan yang tak hanya mengadakan kegiatan karena simbolis tapi lebih kepada mengairahkan warganya untuk peduli bahwa air sebagai sumber Kehidupan. Wonder Women warga kelurahan tengah menyebutnya.

Dampak Corona yang tak pasti kapan berakhir, Tak menyurutkan langkah Ade Marheni Dewi, S. STP. Lulusan IPDN tahun 2008 Selaku Lurah Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak untuk berkiprah dan menggali gerakan utama budaya manajemen risiko. Diawali dengan upaya menggiring “ketidakpastian” (uncertainty) menjadi “kemungkinan” (probability). Kenapa? Hal ini karena ketidakpastian menimbulkan dampak ketiadaan dasar atau alasan untuk melakukan langkah antisipasi. Instansi pemerintah pasti sulit untuk merencanakan kegiatan atau menganggarkan biaya untuk suatu kondisi yang tidak pasti. Tapi tidak dengan langkah yang diambil Lurah Tengah ini, pendekatan dengan Tokoh Masyarakat, alim ulama pengerak ibu-ibu PKK dilingkungan RW 7 & 8. Bertepatan hari kamis 11 Maret 2021 kesepakatan pertemuan sore itu diambil keputusan Bersama bahwa bahwa gotong royong adalah tombak terdepan untuk memecah kebuntuan untuk merespon Air Sumber Kehidupan. Tanggal 13-14 Maret 2021 tuntaslah pekerjaan menata “KAMPUNG HIJAU BANG JAGO” Gang Belibis dan Gang Pipit pun jadi tertata apik dengan pola kampung warna-warni.

air sumber kehidupan.3.2
Penataan tanah kosong, menjadi ruang terbuka hijau. Spaduk ”MALU DENGAN DIRI SENDIRI JIKA MEMBUANG SAMPAH SEMBARANG”

Tak berhenti sampai penataan kampung saja yang dilakukan bu lurah alias wonder women ini. Prinsip gotong royong hanya sebagai pemicu untuk menggerakkan masyarakat cinta akan lingkungannya.

Baca Juga:  Seharian Bersama Abroorza A.Yusra

Ibu Lurah Ade Marheni Dewi, S. STP mengatakan “Dengan “KAMPUNG HIJAU BANG JAGO” diharapkan terbangunnya kesadaran bersama dari masyarakat untuk berpartisipasi aktif, peka, dan peduli terhadap lingkungan. Konsep hijau dari kita, untuk kita dan bermanfaat bagi kita dan lingkungan. Dengan Kampung yang hijau, bersih dan tertata memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Juga berpotensi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kita lihat saja tanggal mainnya.”

Terakhir Ibu Lurah Ade Marheni Dewi, S. STP. Mengatakan Bahwa: “Harapan dari kegiatan ini adalah kita kembali ke asal. Kembali kepada fitrah manusia sebagai sosok pelestari lingkungan bukan yang merusaknya”.

“Jika lingkungan air pada parit dan sungai serta tumbuhan terawat, maka seru sekalian alam akan berdoa untuk keselamatan dan kesehatan manusia”.

Tersungkur hamba padamu ya rabb. Jumat Bersih.

Written by M Azdi Thahir

arsitektur polnep pontianak

Kajur Arsitektur POLNEP Pontianak Apresiasi Kegiatan Penelitian di Lemukutan

ppm fisip untan

Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Fisip Untan di Mempawah