Di balik titik kulminasi itulah Walikota Pontianak giat menggerakkan perekonomian masyarakat agar bisa mengembangkan jiwa usahanya. Lurah sebagai ujung tombak gerakan memberdayakan masyarakat didorong untuk lebih berani berinovasi. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Lurah Tengah Kecamatan Pontianak Kota, Ade Marheni Dewi, S.STP. Tak takut dengan bayang-bayang ketidakpastian covid 19. Karena ayahnya H. Ade Joni seorang rimbawan dinas kehutanan provinsi Kalbar mengajarkan tak perlu takut masuk hutan. Apalagi punya sosok ibu Hj. Rosnani, MM. Pernah mendapatkan predikat guru teladan. Keteladanan ini yang ia kedepankan. Sekarang pun sudah mengerti untuk mengobati penyakit bernama masalah karena seorang dokter di rumah sakit Untan sudah menjadi suaminyi setia mendampinginya.

Ibu Lurah pun mulai melirik kegiatan di Gg Pipit ada ide Kampung Hijau Bang Jago. Ide ini muncul dari Ismail Syailillah berprofesi sebagai guru juga sebagai Sekretaris Pengurus Masjid Sirajul Islam. Maka nyambunglah guru dan anak guru.

Ide semakin berkembang dan bergulir lantas disambut Ketua RW, M. Yusni, dan RW 8, Marsaton, undangan rapat pun ditebar ke berbagai pihak masyarakat, dari RT, ibu-ibu PKK, Ketua Pengurus Masjid AKBP (Purn.) H. Zulkarnain dan jamaah masjid beserta ibu-ibu pengajian.

Pada tanggal 12 Maret 2021, setelah shalat Jumat rapat digelar di atas tikar dan hasil kesepakatan, semua pihak setuju bahwa gotong royong harus dikedepankan. Tak ada istilah menunggu, satu komando kebaikan harus segera ditebarkan.

Esok hari, Sabtu dan Minggu tanggal 13-14 Maret 2021 terbukti nyata. Kampung Hijau Bang Jago menyambut hari Air Sedunia oleh PBB (Water world) kelar terwujud. Akan bertepatan dengan hari tanpa bayangan (kulminasi).