Kalau padinya saja belum dipanen, tentulah masih panjang prosesnya hingga jadi beras cemani. Sambil menunggu masa panen padi Olak-Olak, saya coba-coba tanya petani yang sudah mulai menjemur dan menggiling padi di Teluk Nangka.
Selain beras cemani, ada juga beras merah. Beras merah yang disebut beras dadu oleh orang Segedong. Kami pernah pesan dulu, lewat Nurhasanah. Tetangganya ada yang panen beras dadu.
Sama persis, beras merah Olak-Olak dan beras dadu Segedong. Tekstur, warna, tak ada beda sedikitpun. Hanya beda penyebutan. Beras jenis ini banyak dipasarkan di market-market. Hanya saja, beras pabrikan dengan beras kampung lain rasanya. Beras kampung masih fresh dari ladang. Langsung digiling, tanpa pengawet dan bahan tambahan lain. Lebih aman. Begitu pertimbangannya, kenapa saya mencari beras cemani di kampung.
