“Apa yang perlu saya ceritakan nanti ya Bu?” tanyaku kepada Bu Sita, sehari sebelum jadwal bercerita di kelas. Aku sempatkan bertemu guru kelas Aulia ini, sambil menjemput Aulia pulang sekolah.
“Ayah cerita saja apa yang dikerjakan selama ini kepada anak-anak, tentang suka dukanya. Kalau boleh ngasi bocoran nih, Aulia tuh banyak cerita tentang pekerjaan Ayah. Kadang sedih kalau sudah Ayah pergi lama ke lapangan, tapi lain waktu Aulia senang sekali kalau pulang Ayah suka cerita apa yang dikerjakan di lapangan,” terang Bu Sita.
“Intinya, kami berharap lewat cerita Ayah nanti, Aulia bangga dengan pekerjaan Ayah. Dan bagi anak-anak yang lain, mereka bisa mengenali pekerjaan orangtua kawannya,” lanjutnya.
“Dengan cara mengenalkan anak-anak tentang beragam profesi yang ditekuni oleh orangtua masing-masing, diharapkan tumbuh rasa syukur terhadap apa yang sudah diberikan Allah kepada orangtua anak-anak, dan tumbuh semangat belajar dan berani punya cita-cita untuk masa depan mereka nanti,” sambung Bu Ina, melengkapi penjelasan Bu Sita.
“Baik Bu, saya akan coba siapkan materinya sebaik mungkin. Saya gabungkan sekalian dengan materi pendidikan lingkungan boleh ya Bu,” jawabku kepada kedua guru Aulia ini.
“Alhamdulillah, ini bagus sekali Ayah, kami sangat mendukung. Memang ada satu poin yang terus ditanamkan kepada anak-anak di Al-Azhar ini tentang cinta terhadap lingkungan sebagai bagian dari mensyukuri kebesaran ciptaan Allah,” tanggap Bu Sita, senang sekali.
