Oleh: Hermayani Putera
17 Agustus 2020. Jam 10.000 WIB, tepat pada saat seluruh negeri memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-75, bus DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesi), BUMN di bidang perhubungan, membawa rombongan besar kami, sepuluh orang, bertolak dari Terminal Antar Negara Ambawang Pontianak menuju Putussibau. Dengan kapasitas 33 kursi dengan formasi 2-2 dan posisi kursi bisa disetel pada sandaran badan, kaki dan tangan, dilengkapi AC, toilet, multimedia, dan bagasi yang lapang, tiket seharga Rp270.000 rasanya pantas untuk membayar kenyamanan yang didapat untuk perjalanan panjang ini.
Setelah lima belas jam perjalanan melintasi 4 kabupaten (Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, dan Sintang), pada hari Selasa (18/8) dini hari kami tiba di Putussibau, ibukota kabupaten Kapuas Hulu. Rombongan menginap di Hotel Multi Sentosa.
“Alhamdulillah, sudah lebih enak sekarang ya Herma. Bus besar, jalan mulus, tambah ramai, dan penginapan juga cukup baik,” komentar Pak Soewartono, penuh syukur.
Ia membandingkan dengan situasi awal tahun 2000-an saat lubang di beberapa titik dari Putussibau bisa sejajar dengan telinga penumpang saat bus melewatinya. Bisa dibayangkan ya berapa kedalaman lubang tersebut dan parahnya kondisi jalan saat itu.
Hotel kita belum banyak, dengan fasilitas yang sangat terbatas.
