Demikian pula yang terjadi pasa para INMAS dalam catatan sejarah peradaban manusia.

Raden Patah adalah INMAS di Masjid Demak. Investasinya kemudian berkembang di wilayah demak. Dan Raden Patah tak lantas hancur-leleh melainkan justru menjadi salah satu orang yang terpandang dalam di kawasan Demak.

Karena punya kontribusi sosial yang besar takdir Allah pun menetapkan beliau sebagai orang nomor 1 di Pulau Jawa, sebagai seorang Presiden di sebuah negara berdaulat yang bernama Kesultanan Demak Bintoro.

R Hadiwijaya adalah INMAS juga. Masjidmya adalah Masjid Laweyan Solo. Ia kemudian menjadi kepala negara saat wilayah Pajang menjadi wilayah yang berdaulat.

R Sutawijaya adalah INMAS Di Masjid Kotagede. Ia kemudian menjadi kepala negara saat di wilayah itu berkembang menjadi wilayah yang maju yang kemudian menjadi sebuah wilayah berdaulat yang bernama Kesultanan Mataram Islam.

Sultan Abdurrahman adalah INMAS di Masjid Kesultanan Kadriah. Beliaupun kemudian menjadi kepala negara yang mashur setelah wilayahnya maju dan menjadi wilayah yang berdaulat yang diberinama Kesultanan Pontianak.

Jadi investasi dalam dunia bisnis dan investasi dalam dunia amal sholeh, sama saja. Sama-sama menguntungkan. Keduanya sama-sama mulia selama bertujuan untuk kemashlahatan bersama. Menjadi investor bisnis itu baik, menjadi Investor Masjid juga baik. Dan yang lebih baik adalah mejadi kedua-duanya seperti yang dilakoni oleh Pak Yayi Een ini.

Adakah yang ingin menyusul langkah Pak Yayi Een sebagai INMAS yang sukses di dunia dan aherat?

Silahkan bergabung dalam WAG berikut ini agar bisa belajar dengan para INMAS zaman now dalam wilayah NKRI.

https://bit.ly/masjidbillionaire7

https://bit.ly/masjidbillionaire8

https://bit.ly/masjidbillionaire9

https://bit.l/masjidbillionaire10