Oleh: KH Lukmanul Hakim

Dipake untuk shalat, dipake buat tarbiyah, dipake buat musyawarah, dipake untuk melepas penat dan lelah, hingga dipake buat studio pelatihan online masjidbillonaire yang diikuti 250 Masjid yang berasal dari aceh sampai papua. Juga dari Qatar dan Australia. 🙂

Masjid yang bisa difungsikan untuk berbagai macam hal itu, oleh Gurunda H.Muhammad Nurhasan diistilahkan sebagai Masjid Multifungsi. Sebuah masjid yang tak hanya sekedar menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah shalat saja. Tapi dapat difungsikan pula untuk berbagai hal yang beraneka.

Maka, secara perlahan kita harus berusaha mentransformasikan masjid kita. Dari yang semula sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan shalat saja, lalu ditambah dengan tempat untuk melaksanakan tarbiyah (pendidikan dan penggerakkan). Itulah Baitullah.

Setelah jadi baitullah lalu apa?

Bangun fondasi yang kedua, yaitu baitulmaal, rumah harta. Rumah yang berfungsi untuk menampung harta umat lewat aktivitas ZISWAF; zakat, infaq dan sedekah, dan waqaf.

Jika baitulmaalnya hidup, maka masjid akan bertransformasi menjadi pusat aktivitas sosial kemanusiaan dan kemaslahatan.

Maka akan berdatanganlah sumber daya manusia. Berkumpul di sekitar masjid, bergerak menghimpun energi dan menebarkannya kembali. Lalu akan terjadi pertukaran informasi dalam semangat persaudaraan yang dipandu oleh kebenaran yang haqiqi.

Setelah itu, secara perlahan, masjid akan menjadi rumah untuk bermuamalah. Menjadi baitulmuamalah. Lalu, aktivitas ekonomi akan hidup secara natural.

Baitullah, baitulmaal, dan baitulmuamalah adalah 3 fondasi yang harus kita bangun. Tak.perlu terburu-buru dan berharap bisa terwujud dalam sekejap mata. Bangunlah saja secara transformatif. Secara perlahan tapi istiqomah. Mulai dulu. Jalan dulu. Lalu diperkokoh secara sambil berjalan.