Oleh Tengku Turiman Faturahman Nur
Marie van Delden, Maha Ratu Mas Mahkota Kesultanan Pontianak sangat berkarakter … dan dalam mendampingi SHIIA ..Marie sangat mendukung perjuangan suaminya dlm memerdekan bangsanya. Marie juga membela dan mendukung suaminya yg dikhianati rekan2nya sendiri yg merasa tak mampu menyaingi Sang Pahlawan dari Kesultanan Al-Qadriyah, Pontianan, Kal-Bar.
Sampai akhir Hayatnya, sampai berumur 95 thn, Sang istri Marie van Delden tetap setia pads SHIIA.
Ketidakmampuan rekan2nya sendiri bersaing terlihat baik dalam bidang akademis, intelektualitas –mslnya penguasaan diplomasi politik luar negeri yg tinggi serta kemampuan aktif 6 bahasa asing — kenegarawanan dan ide & pemikiran cemerlang ttg sistem federalisme, maupun dalam kepribadian dan bentuk fisik yg mantap.
Keunggulan SHIIA dlm berbagai bidang ketimbang mereka, para pesaing yg merasa tersaingi — padahal SHIIA tdk pernah menyaingi siapapun, menimbulkan petaka pd dirinya ia terlempar dalam sejarah bangsanya sendiri — karirnya habis terbunuh (lihat Taufik Abdulla, 1990), difitnah dan dituduh sebagai pelaku makar dan pengkhianat.
