Aku ingat merasakan seperti ada orang yang melempari rumah kami dengan batu. Suara batu yang dilempar ke seng terasa sangat keras dan kuat, aku yang ketakutan menceritakan apa yang aku dengar kepada ibuku dan bertanya mengapa hal itu dapat terjadi. Ibuku bahkan semakin mengeratkan pelukannya kepadaku. Aku semakin merasa kepanasan dan bergerak risih. Ibuku menjawab pertanyaanku dengan mengatakan, tidak ada kejadian seperti yang aku ceritakan. Aku mempertegas lagi pernyataanku karena kembali mendengar kejadian itu hingga berkali-kali.
Ibuku seperti menggumamkan sesuatu namun tidak jelas dan aku tak ingat ia menggumamkan apa. Aku masih belum bisa tertidur karena selain hujan batu itu aku melihat ada orang berpakaian aneh menunggu di sudut ruangan dekat pintu, pakaiannya seperti pakaian kerajaan yang didominasi warna emas. Ia tidak bergerak namun aku merasa takut karena tidak mengenalnya. Aku menceritakan apa yg kulihat pada ibu, kemudian ibu bertanya ciri fisiknya. Setelah kuceritakan, ibu kembali berkata bahwa itu tidak benar atau hanya khayalan.
