“Saya jalan kaki dari rumah saya di (jalan) Tanjung Raya sampai ke Pangkalan Becak saya ini, karena tidak mampu lagi untuk mengayuh lebih jauh. Beruntung saya masih punya anak yang sudah bekerja, namun saya tetap tidak mau menyusahkan anak saya karena ia juga sudah berkeluarga,” ujar MIsrun sambil menatap jauh ke arah jalan raya.
Perubahan zaman memang menguntungkan dan sangat membantu pada aktivitas manusia, namun tanpa disadari ada beberapa kalangan bisa merasa sangat dirugikan. Keberadaan Tukang Becak di Pontianak saat ini cukup sedikit. Kecanggihan teknologi secara paksa menyingkirkan para pengayuh roda tiga ini. Adanya Becak yang turut meramaikan di era Indonesia tempo dulu, kini Becak hanya bagaikan prasasti yang tertutup gedung pencakar langit Ibu Kota.
