Nazir punya keterampilan kepemimpinan atau leadership. Kerumunan jemaah bisa dihimpunnya dalam energi potensial yang keras laksana hammer to nail–atau tokol kepada paku. Dengan kekuatan “Mau-Amanah dan Keterampilan” paku pun tertancap dan tertanam tanpa bisa dibongkar kembali. Ia menjadi nazir yang produktif mengemban amanah wakaf. Baik atas tanah, bangunan, maupun uang.
Kini, kita mencari nazir profesional tersebut. Nazir yang lahir dari MAK. (Penulis adalah Korbid Wakaf Produktif Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat. CP-WA 08125710225).
