Itulah mengapa arus meledaknya orang masuk Islam di zaman Rasulullah shallallahu’alaihiwasalam, terjadi pada fase setelah Fathu Mekkah. Karena setelah itu Islam mengalami kemenangan, sumber daya banyak, masuk Islam itu enak.
Sebelum nya ya ada yang masuk Islam, di masa sulit, di masa embargo, tetapi tidak banyak, bahkan 13 tahun di Mekkah, kaum muslimin jumlahnya sekitaran 500 orang saja, berbeda dengan jumlah haji wada yang berjumlah 120 ribu sahabat.
Itulah mengapa, jangan anti sama program memberi hadiah, memberi hak zakat, memberi sedekah. Arahannya ada. Hadistnya lengkap. Di Quran jelas.
Kasih makan sesama, perhatikan anak yatim, sediakan bantuan untuk yang sulit. Kenapa sekarang kita anti betul bagi-bagi sesuatu ke sesama.
Orang ke masjid karena bensin, ya gak papa. Ngaji karena bensin, ya gak papa. Sulit kita berharap hatinya ikhlash di tahapan pertama, ya kenal huruf Quran aja nggak. Ma’rifat ke Allah aja nggak, denger ta’lim aja nggak, kok kita ngarep dia sholih ikhlash di pertemuan pertama, ya mikir lah harusnya!
Biarlah ummat datang ke masjid karena bensin dulu. Biarin aja. Gak papa.
Tapi lama kelamaan hatinya dibina, dikenalkan Allah, dikenalkan shalat, dikenalkan makna ikhlash. Lama-lama insyAllah beliau ikhlash juga. Tetap ngaji, tetap dapat bensin. Tapi hatinya sudah gak ke bensin.
Berkah Box juga sama. Kami pokoknya sediakan nasi box di masjid-masjid. Agar yang butuh makan ke masjid. Agar yang lapar bisa datang ke masjid, gak perlu minta-minta, sudah ada makanannya.
Maka ayat Allah akan hidup, begitu dia lapar, dia ingat masjid, dia ingat Allah.
