Community

Mengenali Badau, Mengenali Jalan Berdebu

Mengenali Badau, Mengenali Jalan Berdebu

Situasinya kurang lebih sama, dimana melihat keadaan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Keadaan yang berbanding terbalik di daerah perkotaan.
Melihat kondisi jalan sepertinya jauh lebih sulit menjelaskan situasi yang sebenarnya di daerah 3T ini. Terlebih pendidikan di sana.

“Panas Dek,” teriak Eka ketika melihat anak SD sedang berjalan kaki saat panas pekat dan deburan debu beterbangan. Mereka hanya tersenyum.
Rasanya jelas ketika dibandingkan anak-anak bersekolah di perkotaan. Di kota, mereka mendapatkan fasilitas dan rasa nyaman, aman, bersih menuju sekolah. Sedangkan jalan pintas menuju Badau yang berdebu dan tandus banyak pepohonan sawit, menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Dari sisi ini mereka beruntung.

Ufs, saya seharusnya juga merasakan hal yang sama. Saya beruntung bisa sekolah di pinggiran kota, beruntung juga mengikuti program ini. Karena, apa pun kondisi jalan, saya harus nikmati dan syukuri.
Selain untuk akhir, saya juga membawa amanah untuk pelaksanaan riset aksi. Target pelaksana program riset aksi adalah penguatan pendidikan agama dan keagamaan di wilayah khusus, dengan model penguatan pendidikan agama dan keagamaan di wilayah 3T.

Suatu bentuk aksi mengenali masyarakat dan kebutuhan mereka. Merasakan goncangan di mobil yang sempit dan panas, menikmati perjalanan jauh dan berdebu, adalah bagian dari pengenalan itu. (*)