Tidak sampai 20 menit perjalanan menuju Kantor Desa Jangkang Satu. Lagi-lagi saya tertegun dengan perubahan infrastruktur jalannya yang begitu bagus. Beda dengan 7 (tujuh) tahun lalu. Di kantor desa saya sudah ditunggu oleh Bapak Kepala Desa, Muhammad Sohib namanya. Dengan ramah Pak Kades mempersilahkan saya untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan.
Setelah menyampaikan maksud kedatangan saya dan menyerahkan surat tembusan panitia beliau menyampaikan beberapa hal. Pertama, menurut ceritanya pendidikan formal Pak Kades hanyalah sampai sekolah dasar saja. Selebihnya ditempuh melalui program penyetaraan. Justeru hal inilah yang membuatnya jadi banyak belajar, dan tidak pernah malu bertanya pada siapapun meskipun itu hanya staf desa.
Kedua, beliau berharap pada mahasiswa yang akan melakukan kegiatan agar membantu pihak pemerintah desa melakukan riset sederhana tentang potensi apa yang bisa dikembangkan selain bidang pertanian dan perkebunan. Ketiga, mayoritas penduduk Jangkang Satu adalah warga keturunan Jawa yang sudah turun temurun menetap di Desa Jangkang Satu sejak tahun 1970-an. Tidak heran komunikasi sehari-hari yang digunakan masyarakat adalah Bahasa Jawa.
