Oleh: Ustadz Rendy Saputra

Sekitar dua tahunan Kiyai Luqmanulhakim menawarkan ke saya untuk terjun ke dakwah 100%. Meninggalkan semua yang dikerjakan. Bukannya bisnis itu salah, Bukannya yang dikerjakan itu gak bener, tapi penglihatan kiyai melihat ada hal lain yang lebih tepat untuk dikerjakan oleh diri ini.

Sekitar dua tahun Kiyai selalu mengajak, dan sekitar dua tahun juga saya maju mundur, bahkan mungkin menolak halus. Ego masih tinggi. Dan memang ajakannya gak masuk akal. Banyak yang harus diselesaikan, kok malah disuruh masuk lagi ke dakwah yang non profit.

Tapi itulah Kiyai, gak menyerah. Alhamdulillah pelan-pelan kiyai tenggelamkan saya dalam pergaulan para da’i. Walau saya paling ndablek dan paling angkuh, Kiyai paksa saya tenggelam dalam lingkungan baik.

**

Memperkenalkan di foto ini, dari kanan ke kiri. Sebuah dokumentasi ruhiyah yang fak disengaja, namun pasti Allah yang berkehendak.

Paling kanan Kiyai Syahid Fii Sabilillah, Presiden Masjid Kurir Langit, kelahiran 1990, usia 30 tahun.

Masjid Kurir Langit ini di Kab Barru, Sulawesi Selatan, 2 jam dari kota Makassar.

Sekitaran 6 tahun membangun gerakan Kurir Langit, Masjid sekitar 4 tahunan. MasyaAllah sekarang sudah memiliki valuasi asset wakaf belasan milliar.

Santri penghafal Quran yang belajar dan mukim di fasilitas masjid ada hampir 300 orang. Makan 3x sehari, Fasilitas guru, dan tempat tinggal. Gratis. Tanpa uang pangkal dan SPP.

Data raihan ziswaf di bulan oktober tembus 600 juta lebih. Padahal waktu ke Masjid di bulan sept, hanya sekitaran 400 jutaan. Pertumbuhannya massive. Bahkan sudah ada 6 titik.