Masjid ini kerjaannya makan-makan, bagi-bagi sembako ke dhuafa sekitaran masjid, bagi-bagi buah dan ikan ke tetangga, punya ambulance dua armada, nonstop melayani pasien dan jenazah.
*
Bergeser ke kanan lagi. Nomor dua dari kanan, sudah kenal semua ya, Kiyai Haji Luqmanulhakim (36 tahun), Pengasuh Masjid Munzalan. Mungkin sudah banyak yang bosan kalo Saya nyeritain Kiyai terus.
Founder Gerakan Infaq Beras, GIB. Rekapitulasi bulan oktober memasuki angka 610 ton, menyuplai 3000qn Pondok, menyentuh kurang lebih 250 ribu santri.
Kiyai Luqman mengasuh Masjid Munzalan. Membangun hampir 500 santri penerima amanah. Mengirim puluhan kader untuk belajar di Gontor. Membangun pertumbuhan asset wakaf hingga kisaran 150M (audit terakhir).
Masjid di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi cahaya di sayap barat kalimantan timur.
*
Sosok berikutnya, tiga dari kanan, yang diam-diam tapi menghanyutkan adalah Bang Een dengan akun Adi Pratama Larisindo (36 tahun).
Bang Een adalah satu dari empat Dewan Pimpinan di Masjid Munzalan. Partner dakwah Kiyai Luqman yang bersama membangun Munzalan.
Namun tak hanya membangun Munzalan bersama, secara independen Bang Een juga membangun Pondok Digital dan Masjid Ismuhu Yahya.
Jika Masjid Munzalan khas dengan amal sosialnya, maka Pondok Digital dan Masjid Ismuhu Yahya sangat agresif dalam membangun bisnis.
Setidaknya belasan unit usaha yang Bang Een bangun, lalu kemudian dikawinkan dengan Pondok Digital dan Masjid Ismuhu Yahya. Beliau juga membangun platform menghafal Quran digital dengan 1Doa dot com.
Kiprah Bang Een dalam mengedukasi pengusaha muslim juga sangat agresif. Nampaknya pengajaran dan gerakan yang Bang Een semarakkan akan menjadi acuan baru madzhab baru para entrepreneur muslim.
*
