Suasana gelap dan hujan menyertai kedatangan kami di Batu Ampar. Terpaan angin dan hujan membuat kami basah kuyup, ini tentu menambah semangat kami supaya cepat-cepat menurunkan barang bawaan dari motor kelotok. Setelah selesai, kami menunggu beberapa saat di pelabuhan Batam, saya bersama Dr. Yusriadi memesan minuman kopi hitam dan kopi susu, mencoba menghangatkan dan menyegarkan badan, sedap memang sensasi kopi Batam.
Selanjutnya kami menuju Penginapan Sarinah, untuk beristirahat, makan malam, dan briefing dengan masing-masing kelompok. Kemudian pada malam itu juga kami menuju posko masing-masing yaitu posko Batu Ampar Tengah dan Posko Sungai Limau, sementara Posko Keruing yang cukup jauh masih diinapkan dulu di Penginapan Sarinah, sebab udah malam ditambah hujan yang belum mereda. Setelah selesai mengantar mahasiswa peserta Kampung Riset, saya bersama panitia dan pembimbing kembali ke Penginapan Sarinah untuk beristirahat.
Malam pertama dilokasi Kampung Riset Batam kami tutup dengan ngopi susu jahe plus ngobrol diiringi canda tawa bareng (phsycal distancing) di Penginapan Sarinah. Oh ya Penginapan Sarinah sangat populer di zamannya dan kini menjadi legendaris.
Penulis: Didi Darmadi
