Ketika kami sedang asik berdiskusi mengenai literasi, Pak Nur Iskandar datang bersama beberapa temannya, salah satu dari mereka adalah bule. Mereka memanggilnya dengan sebutan Mas Mo. Mereka dengan seru mengobrol di meja tempat kami diskusi dengan bahasa Inggris yang sangat fasih. Hal itu membuat kami jadi malu. Kami pun pergi ke dalam ruangan yang ada di sampingnya, karena takut mengganggu. Namun kami malah disuruh bergabung tapi kami tidak mau, karena malu.
Setelah mereka mengobrol, Pak Nur Iskandar mengajak kami untuk foto bersama setelah memperkenalkan kami kepada Mas Mo dan temannya. Dengan perasaan senang, kami pun bergabung bersama mereka untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Baca Juga:Marino 46
