Beda halnya dengan zaman dahulu sewaktu saya masih di kampung halaman. Terjadinya gerhana bulan tidak diketahui kapan. Warga pun tidak ada persiapan apa-apa sebelumnya.
Tetapi, ketika malam itu benar-benar terjadi nampak bulan berwarna merah, warga satu kampung akan berduyun-duyun keluar rumah untuk menyaksikan gerhana bulan. Kampung yang awalnya sunyi dan sepi, selain karena malam juga karena tidak adanya lampu (pada waktu itu). Tiba-tiba kampung menjadi ramai dan riuh. Dari ujung ke ujung, suasana kampung menjadi sibuk seketika.
Ada kebiasaan masyarakat memukul gentong atau panci, menggoyang-goyang pohon yang sebelumnya jarang atau tidak pernah berbuah, berwudu supaya ganteng, yang pendek bergelantung supaya tinggi, dll.
Entah dari mana kebiasaan itu didapat. Saya tidak tahu. Saya masih kecil dahulu hanya ikut saja dan tak tahu apa-apa. Tapi tetap ada yang melaksanakan salat Khusuf. Itulah yang terjadi dahulu yang telah saya alami tentang fenomena gerhana bulan.
Ketika tadi malam terjadi gerhana bulan, saya langsung teringat terjadinya gerhana bulan pada zaman saya dahulu di kampung halaman dengan kebiasaan-kebiasaan yang membuat tertawa sendiri mengingatnya.
