Rambu lalu lintas hanya sekedar pelengkap jalan
Rambu-rambu lalu lintas yang sejatinya menjadi simbol-simbol yang dapat menuntun ketertiban dan keselamatan ketika berada di jalan raya, menurut saya hanya dapat dimaknai oleh sebagian pengguna jalan saja. Sebab, masih banyak penguna jalan yang acuh tak acuh bahkan melanggar rambu-rambu yang sudah susah payah disediakan dan dilengkapi oleh pemerintah.

Keselematan kurang diperhatikan bahkan diabaikan. Beberapa pengendara mungkin menganggap bahwa dirinya mempunyai seribu nyawa. Bagaimana tidak, hampir setiap hari saya melihat ada saja pengguna jalan yang melaju kencang mendahului kendaraan lain. Banyak pula yang tampak dengan sengaja menerobos lampu merah, padahal dari arah yang berlawanan sedang lampu hijau dan banyak kendaraan yang sudah tancap gas. Tentu hal ini sangat membahayakan.

Kendaraan yang memenuhi jalan raya kadang menjadi ajang uji keberanian bagi beberapa pengendara. Saya pernah melihat langsung ada pengguna sepeda motor yang melaju di antara kepadatan pengguna jalan dengan gaya pembalap. Mungkin saja dia sedang membayangkan sedang berada di arena balap sekelas F1 MotoGP. Uji keberanian di jalanan juga kerap saya lihat di persimpangan jalan. Di detik akhir lampu hijau menyala, banyak pengguna jalan yang jaraknya cukup jauh malah semakin melaju dan menerobos lampu yang sudah merah. Alasan kesibukan dan kepentingan, padahal keegoisan