in

Biar Terhambat Asal Selamat

Oleh: Mia Islamidewi *

Jalan Khatulistiwa merupakan salah satu jalanan yang padat di daerah Pontianak Utara. Arus kendaraan dari dalam maupun luar kota, mulai dari kendaraan besar seperti fuso dan tronton hingga kendaraan beroda dua. Terlebih melawati kawasan Pasar Puring, dan adanya dermaga penyebrangan ferry yang menambah ramainya arus kendaraan.

Tidak heran, antara jalan khatulistiwa dan jalan Gustisitut Mahmud sering terjadi kemacetan. Meskipun tidak lama karena, biasanya macet di sini disebabkan oleh padatnya volume kendaraan. Terlebih jika musim liburan atau long weekend, kendaraan dipenuhi dari dalam kota saat arus pergi dan sebaliknya ramai pada saat arus balik dari luar kota.

Saat ini di dekat sebuah pabrik karet, tak jauh dari jalan parit makmur terdapat sebuah jembatan yang sedang diperbaiki. Kondisi jembatan tersebut sebelumnya memang terjadi kerusakan pada tengah jembatan, tetapi hanya ditampal sementara. Meskipun begitu tetap dapat membahayakan pengemudik hususnya pengemudi kendaraan roda dua.

Sekarang jembatan tersebut sedang diperbaiki. Pada saat perbaikan inilah terjadi sistem bergantian antara pengguna jalan lajur sisi kanan dan kiri. Terdapat petugas yang mengatur pergantian penggunaan jalan dari dua lajur tersebut. Khusus untuk pengguna kendaraan sepeda motor, terdapat lajur yang bias dilewati. Karena hanya terbuat dari papan-papan kayu, pengemudi sepeda motor yang melintas dianjurkan untuk lebih berhati-hati.

Karena adanya perbaikan ini, perjalanan pengguna jalan cukup terhambat karena system bergantian tersebut. Tetapi hal ini lebih baik dilakukan dari pada kerusakan infrastruktur ini dibiarkan begitusaja, bahkan jika adanya korban. Lebih baik terhambat sementara, asal selamat di kemudiannya. (penulis adalah mahasiswa prodi komunikasi Fisip Untan dan reporter magang teraju.id)

Written by teraju

Menikmati Pisang Goreng dengan Rasa Kekinian

Sajian Dingin dari Pontianak yang Panas