Pontianak pernah dihebohkan oleh beberapa kelompok remaja yang sedang nongkrong saat car free day lalu di depan masjid Mujahidin dengan menggunakan kaos bergambar porno. Adajuga kasus lain, yaitu seorang anak SD kelas 4 yang dikabarkan hamil akibat dari perbuatan kakak kelasnya Oktober lalu. Ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa bisa terjadi?
Sebenarnya, hal ini bisa terjadi, selain dari faktor internal anak, yaitu sisi psikologis anak yang selalu ingin mencari tahu, maupun sedang mencari identitas diri, juga faktor eksternal yaitu kurangnya pengawasan terhadap pergaulan anak, dan perhatian orang tua kepada anaknya.
Di era Globalisasi, dimana arus informasi deras mengalir tak terkendali, akses informasi semudah gerakan ujung jari, sebagai orang tua, hendaknya memahami urgensi pengawasan dan kontrol informasi masuk kepada anak. Kita tidak bisa serta merta menyalahkan anak sepenuhnya, karena memang masa remaja inilah masa-masanya mencari tahu jati diri. Lingkungan keluarga berperan sangat vital dalam pembentukkan karakter seorang anak. Sehingga, orangtua perlu menyadari peran pentingnya sebagai kontrol informasi dan pembimbing emosional mereka yang saat ini fluktutatif.
