“Aok Buk, sedap rumah tanggah kabun,” Ririn melanjutkan dengan logat khas Sambas.
Alhamdulillah, mulut dan hati saya berucap mendengar hal itu. Rumah di tengah kebun membawa berkah tersendiri. Pakis miding, pucuk ubi, keladi, katuk, pepaya, nangka, jambu, nanas, rambutan tingal petik. Kami punya warung hidup yang bisa kami nikmati hasilnya kapan kami mau.
Baca Juga:Pengalaman di Kantor Pusat Media Damai
Bahkan hasilnya bisa dinikmati banyak orang. Ini berkah tersendiri punya rumah di tengah kebun. Alhamdulilah…
