“ Sebelumnya saya merasa malas mengikuti kegiatan Rumah Literasi, karena saya merasa ndak bisa nulis. Saya sadar selama ini saya salah karena merasa tidak bisa sebelum mencoba, karena sebenarnya kalau ada kemauan sedikit saja, kita pasti bisa. Saya senang.
Lagi pula apa yang saya tulis tidak terlalu memaksakan otak untuk berpikir keras,” ujarnya.
Baca Juga:Belajar dari Gurunda Ustaz Luqmanulhakim
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya, Rumah Literasi memberikan penghargaan berupa buku yang berjudul Manusia: Aku Bereksistensi karya Wakil Rektor IAIN Pontianak, pak Firdaus Achmad.
Semoga dengan adanya apresiasi seperti ini kepada seluruh peserta kelas Rumah Literasi dapat meningkatkan semangat peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan dirinya terutama di bidang literasi. (*)
