in

Senang Berbagi Cerita bersama Mahasiswa Universitas Hamburg, Jerman

Oleh : Yuli Priatmidi Sri Ningrum

Pertemuan yang ditunggu-tunggu saat itu akhirnya datang juga. Walaupun saya datang terlamabat, tapi bagi saya ini cukup memuaskan untuk pelajaran serta pengalaman baru.
Saya bersemangat untuk bertemu dengan tamu dari Universitas Hamburg, Jerman. Mereka datang dari Negara yang jauh. Bertemu dengan orang-orang luar tidaklah mudah apalagi sampai bertatap muka bahkan berjabat tangan.
Ada sekitar 2 orang tamu dari Jerman tersebut yaitu Kak Amel dan Kak Luna. Mereka menceritakan pengalamannya selama di Kalimantan Barat. Bang Nur Iskandar, Bang Fahmi dan Mbak Dwi yang mendampingi mereka menceritakan perjalanan bersama Kak Amel dan Kak Luna di Kuching.
Kak Amel dan Kak Luna yang kuliah di Jurusan Budaya dan Bahasa Asia Tenggara. Mereka sedang meneliti budaya dan etnik di Kalimantan Barat. Sangat bangga sekali karena mereka sangat menyukai berbagai macam kebudayaan yang ada Kalimantan Barat. Mereka banyak meenceritakan tentang perjalanan selama di Kalimantan Barat pergi ke daerah wisata-wisata alam yang ada di tanah borneo.
Bang Herman dan Kak Siti juga dimintakan untuk menceritakan pengalaman mereka selama tinggal di daerah perkampungan yang sangat jauh dari jangkauan sinyal dan listrik untuk meneliti agar mahasiswa dari Hamburg mendapat bayangan mengenai Kalbar.
Semua ini menjadi pelajaran dalam hidup saya. Ini membuat saya semakin tertarik untuk ikut meneliti di daerah-daerah yang jauh dari perkembangan zaman modern seperti sekarang.
Pada kesempatan itu Bang Fahmi menyebutkan nama saya sembari menyatakan bahwa saya pernah pergi ke Taman Nasional Danau Sentarum. Dimana wisata tersebut banyak dikunjungi oleh orang-orang dari luar negeri.
Saya bercerita tentang alam wisata indah yang ada di Kalimatan Barat daerah Kecamatan Batang Lupar desa Spandan. Perihal kegiatan Kampung Riset di Kampus IAIN Pontianak yang menjadikan saya berkesempatan menginjakkan kaki ke daereh yang begitu jauhnya. Semua pandangan tertuju pada saya saat menceritakan perjalanan menuju Taman Nasional Danau Sentarum. Tidak semua orang bisa untuk datang di tempat tersebut, karena daerah yang jauh serta sulit dijangkaui harus menaiki tangga untuk melihat keindahan dari atas bukit.

(Bangga menjadi bagian dari Club Menulis IAIN Pontianak)
Pontianak 19 Agustus 2017

Written by teraju

Perkenalan Volunteer Baru Kampoeng English Poernama

Ekonomi Jongkong Menggeliat