Oleh: Saripaini
Dalam hidup kita pasti akan bertemu dengan perbedaan, tak ada yang sama persis antara satu dengan yang lain. Ada beragam bahasa, warna kulit, agama, suku, budaya, dan masih banyak perbedaan. Perbedaan adalah anugrah Tuhan. Seperti pelangi atau seperti bintang dan gulita. “Apakah perbedaan pendapat juga anugrah?”
Selama ini aku telah mengenal istilah perbedaan pendapat yang dapat menyeret ke dalam sebuah perdebatan. Ya, perdebatan yang identik dengan keterampilan lisan, kepandaian mengolah kata dan cara berpikir otak untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan bukan untuk adu kepintaran atau adu kebijaksanaan. Itulah model perdebatan yang aku pelajari dari angkatan 10 paskibra SMANSAKA.
Banyak kepala banyak pendapat, semuanya mempunyai hak yang sama untuk berargumentasi menyampaikan ide. Di sana mereka tak mengenal istilah siapa yang berpengaruh tapi siapa yang dapat mempengaruhi dengan argumentasi yang logis dan dapat diterima.
