Edukasi

Membaca Bacaan Kita

Membaca Bacaan Kita

Tampaknya data UNESCO mengenai minat baca Indonesia terbantahkan akhir-akhir ini. Apalagi berhadapan dengan hari buku sedunia 23 April lalu. Berdasarkan riset media sosial yang sepintas saya amati menunjukkan kepedulian organisasi-organisasi mahasiswa dengan memajang gambar “selamat hari buku sedunia” ditambah beberapa teman whatsapp yang tak mau ketinggalan memosting hal senada.
Berikut publikasi informasi lomba-lomba kepenulisan yang membuncah ke permukaan jagat maya, sekaliber Balai Bahasa Kalimantan Barat menjadi pelaksana lomba yang menggairahkan hadiahnya bagi pemenang. Tak tanggung-tanggung mengadakan sayembara menulis berhadiah jutaan rupiah.
Tulisan ini memang utamanya di Daerah Pontianak saja, sebab saya menetap di sini supaya fakta empiris teruji. Anggap saja nuansa ilmiah. Wkwkwk

Saya pribadi salah satu peserta dari sekian banyak lomba menulis. Kemarin lomba soal milenial dan nikah muda yang diselenggarakan Ahwal Syakhshiyah. Saya hanya berani genre opini atau esai atau artikel yang kisaran 500-1000 kata. Kemungkinan basic-nya cuma di situ-situ melulu, walaupun idenya tidak terlalu kritis dan pun tak tumpul-tumpul amat. Terbukti hasil akhirnya tak memuaskan, kalah di tengah jalan.

Selain deretan lomba tadi, kampus saya tercinta, IAIN Pontianak, tak mau kalah bersua. Mereka menyebutnya “Festival Literasi.” Kegiatan atas sokongan Dinas Perpustakaan Kota Pontianak itu berupa pameran, bazar buku, bedah buku, hingga seminar nasional.