Goes to Village atau turun desa ini ialah bentuk kepedulian terhadap keadaan perekonomian masyarakat desa Pasak Piang. Selain itu, penanaman 100 pohon juga diharapkan berpotensi membantu masyarakat untuk di kemudian hari menjadi lading pahala kepada seluruh panitia.
Cuaca di pagi harinya cukup mendukung, tetapi sesampainya di Pasak Piang terutama menjelang kajian cuaca menunjukkan ketidaksahabatannya. MIS Raudhatul Ulum IX yayasan Nurul Hidayah yang menjadi lokasi kajian diguyur hujan lebat pukul 13.00 WIB.
Fenomena alam ini rupanya tidak menyurutkan ibu-ibu desa Pasak Piang buyar. Mereka berbondong-bondong mendatangi kajian walau dengan paying. Demikian pula anak-anak yang Nampak riang mengikuti kajian kesempatan kali ini.
Dalam penyampaianya, Dahlia Haliah Ma’u menerangkan perekonomian keluarga berbasis syariah kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau mengawalinya dengan menjelaskan kebutuhan pokok dilihat dari kacamata Islam.
“Ibu-ibu sekalian yang dirahmatai Allah, kebutuhan manusia kalau dalam Islam itu ada 3, yaitu dharuriyat, hajjiyat, dan tahsiniyat. Dengan kata lain kebutuhan pokok, kebutuhan primer, dan kebutuhan sekunder. Ibu-ibu sebagai seorang istri adalah ratu dalam keluarga yang mengatur keuangan, sedang suami adalah raja yang memimpin dan mencari nafkah serta mendidik. Apabila antara suami dan istri saling memahami nilai-nilai Islam dalam ekonomi keluarga, maka disitulah terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.” Jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Yasin, kepala Yayasan Nurul Hidayah mengungkapkan kebahagiaannya atas kedatangan mahasiswa beserta dosen IAIN Pontianak ini. Ia pun mengharapkan ini tidak hanya yang pertama dan terakhir, tetapi merupakan agenda berkelanjutan agar kemudian menambah pengetahuan masyarakat terhadap ekonomi Syariah.
