Dipilihnya Aljazeera, karena memiliki pangsa penonton terbesar di Timur Tengah. TV yang berdiri tahun 1996 dianggap fenomenal di Timur Tengah, dan negara lain, termasuk Indonesia. Al Jazeera menyajikan alternatif informasi yang diminati di Timur Tengah dibanding media utama dunia seperti CNN, Fox, NBC khususnya jika meliput berita di Timur Tengah.
Menurut Nuseibeh pemirsa Aljazeera diperkirakan sekitar 50 juta di Timur Tengah dan sekitar 100 juta di seluruh dunia. Sebuah penelitian menyebutkan 80 persen warga Timur Tengah menyukai Al Jazeera dibanding TV pemerintahnya (20 persen). Sejak Maret 2006 Aljazeera Network menjelma menjadi media dunia yang meliputi berbagai saluran berbahasa Arab, Inggris, dokumenter, olah raga, dan Al Jazeera Mobile.
Disampaikan Aljazeera English memiliki agenda yang menjembatani keragaman antar budaya yang disiarkan dari Doha, Kuala Lumpur, London, dan Washington DC. Al Jazeera melebarkan sayap ke Bosnia, Pakistan, Turki, India, China, dan Rusia.
Menurut Sidehabi, kerjasama tersebut merupakan bagian dari promosi pariwisata di Qatar dan Timur Tengah serta dalam rangka perayaan peringatan ke-40 hubungan diplomatik RI-Qatar.
