Ekonomi

Mudahnya Membuat Tambak Udang di Dabong (2)

Mudahnya Membuat Tambak Udang di Dabong (2)

Bodi motor membelah sungai. Pak Bar hanya berbekal lampu senter cas (charge) yang cahayanya terbatas. Jika bukan karena pengalaman, mungkin motor air sudah menabrak tebing sungai atau pepohonan di kiri kanannya. Tetapi, Pak Bar, sudah tahu lekukan sungai. Dia sudah tahu di mana harus berbelok dan di mana motor harus berjalan lurus.

Di kiri kanan sungai, di kegelapan yang diterangi sinar lampu senter kecil, sesekali terlihat ikan melompat ke permukaan. Mereka terganggu. Sesekali juga ada motor air lain yang berlimpasan.

“Mereka pulang mencari udang,” kata Pak Bar menjelaskan.

Satu dua bagan terlihat. Bagan ini hanya beroperasi di siang hari.

20 menit perjalanan lampu-lampu terlihat di kejauhan, semakin dekat. Itulah lokasi tambak. Kami sampai di sebuah dermaga kecil. Dan disambut oleh seorang lelaki. Dia menangkap tali yang dilempar dari perahu.

“Hati-hati,” ingat lelaki itu ketika kami turun.

Dermaga itu sudah rapuh. Orang yang menjejakkan kaki di atasnya harus memilih  bagian papan yang ada gelegarnya.

Di tambak rupanya ada pondok. Lampu yang terlihat tadi memancar dari sini. Lampu jenis LED, hemat listrik. Saya tidak mendengar bunyi generator. Nampaknya sumber listrik dari aki, dan saya memastikan hal itu kemudian ketika kami menyortir udang lampu-lampu meredup dan mereka “sibuk” karenanya.