Sedangkan udang poname yang rata-rata berukuran telunjuk dimasukkan ke dalam boks merah. Setelah itu diberi es dan siap dibawa ke Pontianak dengan kapal atau motor air. Sementara itu udang alam dimasukkan ke dalam ember. Udang alam ada dua jenis, jenis yang kecil disebut udang sungkur, dan jenis besar disebut udang bangkit, udang sudu’, udang kuning, udang bunga.
Ikan juga ada satu dua yang harus dipisahkan. Ikan kecil yang berukuran dua tiga inci –seperti ikan bilis, tamban, jekang, kepite’, disatukan dengan udang alam kecil, sedangkan ikan besar –seperti bandeng, kerapu, dipisahkan sendiri.
Setelah udang dan ikan dipilih, Pak Ichwani dan beberapa lagi lelaki mengangkat kembali jaring. Penyortiran dilakukan. Berkali-kali hal itu berulang. Sampai azan subuh berkumandang panen belum selesai.
Saya sempat berbaring membujurkan pinggang. Kami juga sempat istirahat makan malam dengan udang alam besar (jempol kaki) dan ikan bandeng bakar. Hingga azan subuh sudah ada beberapa boks merah terisi. Panen kali ini terhitung berhasil. (Bagian 2/Bersambung)
