Ekonomi

Mudahnya Membuat Tambak Udang di Dabong (2)

Mudahnya Membuat Tambak Udang di Dabong (2)

Kami disambut dengan ramah. Di sana sudah banyak orang. Beberapa di antaranya sudah saya kenal sebelumnya, saat acara majlis taklim.

Sambil menunggu arus laut surut, kami mengobrol di teras pondok. Pak Ichwani cerita banyak soal pengalaman hidupnya di Brunei sebagai tenaga kerja. Dia juga cerita tentang tambak ketika saya menanyakannya.

Lewat pukul 12. Setelah air surut, Pak Bar dan beberapa orang lain mulai turun ke tambak. Mereka membongkar penutup saluran air dan memeriksa jaring di ujung “lubang” air. Lelaki lain menyiapkan tempat untuk menuangkan hasil panen dari dalam jaring.

Penutup saluran air, berupa parit lebih kurang 40 centi dibuka. Seketika sedikit. Airnya begemuruh. Tak lama kemudian jaring di ujung lubang air diangkat. Udang bercampur lumpur terlihat. Saya melihat cukup banyak. Tetapi, ada suara kecewa melihat hasil angkatan pertama ini.

Kami mulai memilih udang windu, udang alam, udang poname dan ikan. Udang windu dimasukkan ke dalam wadah berisi air karena akan dipindahkan ke kolam lain. Udang ini masih harus dibesarkan lagi. Ciri udang ini: ada belang-belang hitam.