Ada 6 kebutuhan pokok untuk destinasi wisata halal: 1. Makanan halal 2. Fasilitas salat. 3. Kamar mandi dengan air untuk wudhu. 4.Pelayanan saat bulan Ramadhan. 5.Pencantuman label non-halal apabila ada makanan yang tidak halal. 6. Fasilitas rekreasi yang menjaga privasi, tidak bercampur-baur secara bebas.
Perlu diketahui berbicara tentang wisata halal bukan berarti wisata Islam akan tetapi berbicara tentang pelayanan yang sesuai dengan Islam dan tidak tertutup bagi orang lain selain Islam juga bisa mengunjunginya.
Perlunya Halal Life style karena gaya hidup halal adalah salah satu kata yang identik dengan agama Islam. Kata halal sendiri memiliki makna yang sangat luas. Mungkin bagi orang awam halal hanya diasumsikan sebatas pada sesuatu yang dikonsumsi manusia baik makanan atau minuman. Namun, lebih dari itu halal mencakup semua aspek kehidupan sehingga halal merupakan sesuatu gaya hidup atau lifestyle.
Maka dari itu Kalimantan Barat saya kira cocok dijadikan sebagai tempat destinasi Wisata Halal. Besar harapan penulis, Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat menjadikannya sebagai pengembangan industri halal untuk mengembangkan atau menaikkan citra Kalimantan Barat.
