Di selatan Kalbar berbatasan dengan Laut Jawa & Kalteng. Di timur berbatasan dengan Kaltim dan di Barat berbatasan dengan Laut Natuna dan Selat Karimata. Adapun di utara, Kalbar berbatasan dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara resmi mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing. Hal ini karena telah terbuka jalan darat antar negara dari Pontianak – Entikong ke Kuching (Sarawak, Malaysia) sepanjang sekitar 400 km dan dapat ditempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan dengan kendaraan darat.
Salah satu proyek infrastruktur yang signifikan mendorong kegiatan ekonomi adalah jalan paralel daerah perbatasan Kalbar. Proyek pembangunan jalan paralel yang digagas dan dibangun sejak 2014 tersebut, melingkupi pekerjaan jalan paralel perbatasan Kalbar sepanjang 856 kilometer (km) yang terbagi dalam 12 koridor ruas.
Koridor-koridor tersebut yaitu Temajuk-Aruk (90 km), Aruk-Seluas (78 km), Seluas-Entikong (84 km), Entikong-Rasau (99 km), Rasau-Sepulau-Sintang (99 km), Sintang-Nanga Badau (43 km). Kemudian Nanga Badau-Lanjak (46 km), Lanjak–Mataso (26 kilometer), Mataso-Tanjung Kerja (56 km), Tanjung Kerja-Putussibau (37,84 km), Putussibau-Nanga Era (37 km), Nanga Era-Batas Kalimantan Timur (158 km).
