Ekonomi

Selayang Pandang Ekonomi Puguk

Selayang Pandang Ekonomi Puguk

Lain halnya dengan pedagang dan pegawai, jumlahnya tidak sebanyak petani. Perilaku berdagang masyarakat Puguk kebanyakan berasal dari pedagang sembako yang berderet di tepi jalan. Jarak pedagang sembako yang satu dengan yang lain tidak teratur. Barangkali dilatarbelakangi oleh kondisi strategis atau tidaknya. Hampir semua pedagang, memoosisikan warungnya di tempat ramai atau persimpangan jalan yang ramai dilalui warga. Ada pula berada di dekat perkantoran sekolah. Hal ini lazim adanya, sebab secara rasional pun kita dapat memafhuminya sebagai strategi dalam berdagang.

Sementara itu, saat penulis memperhatikan medan jalan, keadaannya tidak begitu mendukung di musim penghujan. Penulis memperkirakan, kondisi ini berpotensi menghambat kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, setelah disaksamai lebih lanjut, rupanya ada alternatif lain yang menghubungkan desa dengan kota provinsi. Oleh sebab letak desa tidak benar-benar jauh dari kota provinsi, tidak menutup kemungkinan harga sembako sebagai kebutuhan utama masyarakat desa tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Sedangkan jika mencermati perumahan dan fasilitas transportasi warga desa, rata-rata terpenuhi dan terbilang cukup megah. Dari sini kita bisa menyatakan bahwa pendapatan masyarakat telah membantu kebutuhan utama sebagai pilar kehidupan. Dengan demikian, tidak berlebihan apabila kita menyebut masyarakat Desa Puguk sudah sejahtera dari segi ekonomi.