“Kalau Pak Muin tak diberi duet, memang orang itu kurang paham. Udah tinggalkan kerje, tinggalkan anak,” cetus Mak Nyah sembari mengatur barang jualannya.
Menurut Pak Muin, pekerjaan yang ia geluti sebagai petani, sudah bisa mencukupi kebutuhannya dan pembacaan doa hanya sekedar tolong menolong.
“Dikasih syukur, tak dikasih tak apa-apa,” tegasnya.
Namun di saat ini kesadaran masyarakat masih ada dan tidak terdapat satu pun warga yang tidak memberi sebagai imbalan terima kasih. Tentu jika tidak uang bisa makanan. Atau semacamnya.
Pada tahun 2013, beliau menerima pemberian tiket umrah pemberian dari H. Husein, Kakanwil di Kalbar dan saat ini pula beliau dibayar oleh penyuluhan dari kantor agama Kabupaten Mempawah setiap 6 bulan sekali sebagai guru mengaji di kampungnya. (*)
