in

Dalam Doa Bapa Kami Ada Penyembuhan

dr leo sutrisno
Dr Leo Sutrisno

Oleh: Leo Sutrisno

Doa Bapa Kami adalah doa yang diberikan langsung oleh Yesus. Doa ini bersifat pribadi. Kita diijinkan menyapa Tuhan dengan ‘Bapa’ (Rama Kawula). Bapa merupakan salah satu sapaan personal dengan penuh hormat.

Kita, dalam kehidupan sehari-hari, sering menggunakan sapaan ‘Bapak’ kepada mereka yang lebih tua atau mereka yang status sosialnya lebih tinggi. Kita menghormati kepada mereka ini.

Namun, dalam Doa Bapa Kami bukan hanya terkandung rasa hormat tetapi juga dekat secara personal. Sedekat hubungan antara ‘anak’ dan ‘bapak’ dari sebuah keluarga.

Yesus ingin menunjukkan bahwa Allah memilih untuk menjadi Bapak kita. Ia menciptakan, merawat, membimbing, dan melindungi kita. Ia telah menyediakan semua kebutuhan kita. Ia tidak meninggalkan kita. Ia menyuruh kita memanggil-Nya ‘Bapa’. “Bapa kami yang ada di surga”. Kita disembuhkan dari kesendirian.

Dalam Luk 12:32, dituliskan ‘Bapamu telah berkenan memberikan Kerajaan itu kepadamu’. Tuhan memberi kita kerajaan-Nya, Sebagai pemilik, kita tentu tidak pasif, hanya menerima saja. Tetapi, juga merawat dan mengembangkan kerajaan itu di sekitar kita.

Baca Juga:  Menggugat Kekerasan Paradigmatik

Seperti juga para petani yang mengolah tanah, menanam, serta merawat tanamannya, dan selebihnya sampai berbuah diserahkan kepada Tuhan, kita juga mengatakan, “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga”. Sekali lagi, Ia tidak meninggalkan kita baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, baik dalam kebahagiaan maupun dalam kemalangan. Kita disembuhkan dari rasa khawatir.

Kita telah masuk dalam hubungan bapak-anak. Kita telah diberi tugas membangun kerajaan-Nya dalam diri kita masing-masing. Kita juga telah melaksanakan kehendak-Nya. Karena itu, kita mulai berani memohon. Kita telah disembuhkan dari rasa takut dan segan.

Tentu, pertama-tama kita minta dipenuhi ‘kebutuhan pokok’, yaitu ‘rejeki’. Tidak hanya rejeki jasmani tetapi juga rejeki rohani. Termasuk, mohon kesembuhan dari segala penderitaan. “Berilah rejeki hari ini”. Kita disembuhkan dari kelaparan, kehausan, kehujanan, serta segala kekurangan yang lain.

Agar siap menerima pemberian-Nya, kita dengan rendah hati mengakui kekurangan-kekurangan kita. Kita mohon pengampunan-Nya. Kita menerima kasih-Nya. Dan, kita mesti juga mengasihi yang lain. Kita tidak dapat mengasihi jika kita tidak memaafkan. “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Dengan memaafkan maka sakit kita aakan berkurang atau bahkan hilang. Kita disembuhkan dari rasa benci dan dendam.

Baca Juga:  Jaga Mendu, Upaya Menjaga Otentitas Budaya Melayu

Namun penjiarahan kita tidak terbebas dari halangan. Setan mangganggu kita. Setan mencobai diri kita. Lewat panca indera, kita ditunjukkankan suatu kenikmatan duniawi. Kita ditunjukkan akan kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan.

Kinikmatan-kenikmatan duniawi itu mendorong kita melakukan kejahatan. Maka, kita memohon “Dan, jangan biarkan kami masuk ke dalam percobaan dan bebaskanlah kami dari yang jahat”. Kita disembuhkan dari nafsu-nafsu untuk berbuat kejahatan.

Doa, kita tutup dengan pengakuan kita akan kepemilikan Tuhan, yaitu: kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan. “Sebab, Engkulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya”. Kita meng-‘Amin’-i ketika dimasukkan sebagai bagian dari milik-Nya. Kita telah disembuhkan dari keinginan untuk berkuasa dan dihormati bak seorang raja duniawi.

Karena itu, menghadapi serangan covid-19 ini, kita dapat mendaraskan Doa Bapa Kami ini, agar dijauhkan dan disembuhkan dari dampak-dampaknya.

Semoga!

Pakem Tegal Yogya, 28-3-2020

Written by teraju.id

leo

Gereja Menyembuhkan?

WhatsApp Image 2020 03 29 at 15.03.23

Catatan Hukum Tentang Lock Down