Feature

Best Practices Bersama Bang Herma

Best Practices Bersama Bang Herma

Jangan tanya soal madu. Soal perdes yang dijala dari aturan adat menjadi norma. Pemberdayaan ekonomi. Sampai akhlakul karimah. Kini Bang Herma merasa bosan di WWF. Dia pilih mengurus mesjid dan pengkaderan di tengah komunitas. Ini pula sebab dia ringan hati memenuhi undangan Azdi.

Sambil menyeruput kopi, Bang Herma berkisah best practice dan lompatan lompatan katak. Bagaimana membuat hutan lindung lestari, jual karbon, menghijaukan lahan kritis, dan pelestarian plasma nutfah.

Bang Herma sempat tergoda jadi Walikota. Pasangannya Bang Bung Ben. Namun rencana menggunakan perahu independen kandas. Demikian karena jalur politik jalur bebatuan cadas. “Kita realistis saja. Saya main di tengah masyarakat saja. Mengurus mesjid dan umat.” Begitu Bang Herma. Adapun Bang Bung Ben alias Beni Sulastyo juga pilih mengabdi ke mesjid kapal Munzalan Mubarakan. Bang Bung Ben sempat nyenat. Kalah sedikit suara jadi senator.

Politik memang menggantang asap. Jika mau melakukan perubahan, tidak harus menjadi top eksekutif atau top legislatif. Merubah diri sendiri dan lingkungan terdekat pun cukuplah. Perubahan kecil kecil inilah best practices yang harus dibagi dari generasi ke generasi. *