Agung dalam posisi bertugas memandu pilot Batik Air untuk lepas landas dari landasan. Saat itu pukul 17.55 Wita. Pesawat masih bergerak kencang di landasan. Pesawat belum terbang penuh. Roda pesawat masih tampak di badan pesawat. Belum menutup.
Sementara di bawah menara, banyak teman2 Agung berteriak ada gempa. Mereka berteriak meminta Agung agar turun dari menara. Agung bergeming. Tugas harus dituntaskannya. Memastikan roda pesawat Batik Air masuk dalam badan pesawat.
“Safe flight Batik Air..Take care”, ucap Agung menutup komunikasinya dengan Pilot Batik Air yang sudah posisi aman mengudara.
Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih.
Brakk…. Brummm…!!!
Menara ATC roboh. Agung terlambat menyelamatkan diri. Ia tewas dalam tugas mulia untuk memastikan semua penumpang dan pilot benar2 sudah mengudara dengan aman. Ia menjadi patriot yang sungguh2 mengemban tugas sepenuh tanggung jawab meski harus kehilangan nyawanya sendiri.
RIP PAHLAWAN BANGSA SEJATI. KAU AKAN SELALU DIKENANG.
*courtesy mbak Puji Andi Yani dan Iwan Rasta
