Saya bangga duduk di sini. Elan vital pers sekolah dari Bumi Khatulistiwa untuk dunia jurnalisme yang saya geluti. Saya yakin haqqul yaqin dari sini akan lahir sastrawan, budayawan, bangsawan besar sebagai anak zaman seperti dimaksudkan oleh ruh atau spirit Soempah Pemoeda. Bahwa kita berbangsa satoe, tanah air satoe dan bahasa satoe: Dwi Warna. Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.
Dan benar beberapa alumni telah menjadi dosen komunikasi dengan gelar akademik master. Ada pula hafidz 30 juz Alquran. Selamat berkarya Bu Ai dan team serta seluruh civitas sekolah. Anda semua rrrruar biasahh. Cermin atau refleksi hari pemuda 28 Oktober 1928-2025 benar benar ada di sini. *
Baca Juga:Kartono

Speechless di tangan seorang Jurnalis handal, kunjungan singkat bisa berubah jadi cerita sejarah nan inspirasltif luar biasa, menggugah dan menggerakkan anak mudah di kawah candradimuka bernama TETRA ini utk bisa terus menggali potensi diri dan bergiat sesuai bidang dan kapasitasnya utk negeri ini.
Terimakasih banyak tuan guru Nur Iskandar atas kunjungannya di ruang podcast sederhana kami, wejangan, cerita inspiratif pertemuan singkat tuan guru dan TETRA akan terus jadi nyawa pelecut semangat kami utk terus berkarya, berkreativitas fgn pergerakan ruh tanpa batas.
Salam takzim klg Tetra