Angka Penyakit
Epilepsi yang tergolong penyakit kronis ini ternyata mampu menyumbang proporsi yang signifikan dari beban penyakit dunia, mempengaruhi lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia. Wah, bahkan Perkiraan proporsi populasi umum dengan epilepsi aktif (yaitu kejang berkelanjutan atau dengan kebutuhan pengobatan) pada waktu tertentu adalah antara 4 dan 10 per 1.000 orang. Bukan hanya itu yang paling miris adalah beberapa penelitian di negara berpenghasilan rendah dan menengah menunjukkan bahwa proporsinya lebih tinggi, antara 7 dan 15 per 1.000 orang.
Secara global, sekitar 2,4 juta orang didiagnosis menderita epilepsi setiap tahun. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, kasus-kasus baru tahunan adalah antara 30 dan 50 per 100.000 orang pada populasi umum. Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, angka ini bisa dua kali lebih tinggi. Banyak hal yang menjadi sebab dari beberapa kasus ini seperti kemungkinan karena peningkatan risiko kondisi endemik seperti malaria atau neurocysticercosis; insiden kecelakaan lalu lintas jalan yang lebih tinggi; cedera terkait kelahiran; ketersediaan program kesehatan preventif, dan perawatan yang dapat diakses. Hampir 80% penderita epilepsi tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Wah, Indonesia perlu waspada untuk ini.
